RSS

Perjalanan Panjang Jokowi ke Pintu Gerbang Istana

14 Jun
Perjalanan Panjang Jokowi ke Pintu Gerbang Istana
seknas-jokowi-00028

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA : IR. JOKO WIDODO

Metrotvnews.com, Jakarta: Pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut dua Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla (JK), akhirnya menang dalam kompetisi Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2014–2019. Keputusan kemenangan pasangan Jokowi-JK diumumkan Ketua KPU Husni Kamil Manik dalam rapat pleno KPU di Kantor KPU di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961 memulai karier jabatannya sebagai Wali Kota Surakarta (Solo) tahun 2005 sampai 2012, didampingi F.X. Hadi Rudyatmo sebagai wakil wali kota. Menjadi Walikota Solo Pada pilkada kota Solo pada tahun 2005, Jokowi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), untuk maju sebagai calon wali kota Surakarta.

Dia berhasil memenangkan pemilihan tersebut dengan persentase suara sebesar 36,62%. Setelah terpilih, dengan berbagai pengalaman di masa muda, ia mengembangkan Solo yang sebelumnya buruk penataannya dan menghadapi berbagai penolakan masyarakat untuk ditertibkan.

Di bawah kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan dan menjadi kajian di universitas baik dari dalam maupun luar negeri. Berkat pencapaiannya ini Jokowi terpilih kembali sebagai Wali Kota Surakarta pada tahun 2010 dengan persentase suara sebesar 90,09%.

Sejak menjabat sebagai walikota Surakarta di 2005, Jokowi aktif membangun kota Surakarta atau yang juga disebut kota Solo hingga blusukan menyambangi warganya. Ia juga kerap mengampanyekan gerakan anti korupsi, yang membuatnya mendapatkan reputasi sebagai politisi jujur di Indonesia.

Gebrakan Jokowi ketika menjadi walikota Surakarta juga diwarnai aksinya membeli mobil SUV Esemka seharga Rp 95 juta. Ditambah lagi keputusan Jokowi yang menolak mengambil gaji selama dia menjabat sebagai Walikota Surakarta.

Pada 2012, Jokowi memenangkan pemilihan Gubernur Jakarta mengalahkan Fauzi Bowo dalam putaran kedua. Jokowi yang didukung oleh PDI Perjuangan berhasil mengalahkan Fauzi Bowo yang didukung hampir seluruh parpol dan saat itu menjabat Gubernur dengan dukungan dana dan jaringan yang sangat besar.
Tetapi, pesona Jokowi yang diangkat oleh media massa, dukungan para relawan dan kerja keras kader-kader PDI Perjuangan berhasil mengalahkan Fauzi Bowo dan partai pendukungnya.

Setelah resmi menang di perhitungan suara, Jokowi masih diterpa isu upaya menghalangi pengunduran dirinya oleh DPRD Surakarta, namun dibantah oleh DPRD. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi juga menyatakan akan turun tangan jika masalah ini terjadi, karena pengangkatan Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta tidak dianggap melanggar aturan mana pun jika pada saat mendaftar sebagai Calon Gubernur sudah menyatakan siap mengundurkan diri dari jabatan sebelumnya jika terpilih, dan benar-benar mengundurkan diri setelah terpilih.

Namun setelahnya, DPR merencanakan perubahan terhadap Undang-Undang No 34 tahun 2004, sehingga setelah Jokowi, kepala daerah yang mencalonkan diri di daerah lain, harus terlebih dahulu mengundurkan diri dari jabatannya pada saat mendaftarkan diri sebagai calon presiden.

Prestasi Jokowi sebagai Gubernur DKI Jakarta di antaranya Peningkatan upah minimum provinsi Pada 24 Oktober 2012.  Di tahun 2014, Ketua Umum Megawati Soekarnoputi memberikan mandat dari DPP kepada mantan wali kota Solo tersebut, untuk bertarung dalam pemilu presiden (Pilpres) 2014.

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri telah mengeluarkan surat perintah harian yang isinya mendukung Joko Widodo alias Jokowi sebagai calon presiden PDI Perjuangan.

Tak lama kemudian, tepatnya Jumat 14 Maret 2014, Jokowi mendeklarasikan diri siap menjadi capres dari PDI Perjuangan di Rumah Si Pitung, Marunda, Jakarta Utara. Ditemani oleh Jusuf Kalla, Jokowi mampu merebut dukungan lima partai pendukung, yaitu PDIP, NasDem, PKB, Hanura dan PKPI.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan Presiden dan Wakil Presiden terpilih 2014–2019. Setelah merekapitulasi perolehan suara secara nasional di 33 provinsi dan pemilihan di luar negeri.

Keputusan ini berlaku mulai tanggal ditetapkan dan salinan disampaikan ke MPR RI, DPR RI, Ketua Mahkamah Kontitusi, Ketua Mahkamah Agung, Presiden RI, Partai Politik dan gabungan partai politik dan ke Presiden dan Wakil Presiden.

Berdasarkan hasil perolehan suara yang dikeluarkan oleh KPU, Pasangan nomor urut 1 Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa memperoleh suara sebanyak 62.576.444 atau 46,85% sementara itu pasangan nomor urut 2 Joko Widodo dan Jusuf Kalla berhasil memperoleh suara sebesar 70.997.833 atau 53,15%. Untuk jumlah suara sah sebesar 133.574.277, sedangkan jumlah suara tidak sah 1.379.690 dan selisih perolehan suara sebesar 8.421.389.

Dari hasil tersebut ditetapkan pasangan nomor urut 2 Joko Widodo dan Jusuf Kalla resmi ditetapkan sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019.

(Ydh)

Iklan
 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 14 Juni 2015 in TOKOH

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: